Kisah Cinta abadi dibalik Taj Mahal, India


Sekilas jika kita melihat bentuk Taj Mahal selalu di identikkan dengan Istana Kerajaan atau Masjid, namun sebenarnya Taj Mahal bukanlah istana ataupun masjid, melainkan monumen atau musoleum. Bangunan yang terletak di Agra, Uttar Paradesh, India ini dibangun oleh Raja Shah Jahan, untuk mengenang istri ketiganya, Mumtaz ul Zamani yang lebih dikenal sebagai Mumtaz Mahal yang meninggal saat melahirkan anak ke-14nya, Gauhara Begum. Rasa cinta yang begitu  besar inilah yang mendorong dibangunnya monumen ini.

Shah Jahan, yang awalnya bernama Pangeran Khurram dilahirkan pada tahun 1592. Ia adalah anak dari Raja Jehangir (generasi ke-4 Kekaisaran Mughal) dan cucu dari Akbar the Great. Alkisah ketika ia sedang berjalan menyusuri Meena Bazaar, ia melihat seorang gadis sedang menjajakan kain sutera dan manik-manik kaca. Shah Jahan jatuh hati pada pandangan pertama. Gadis ini adalah Mumtaz ul Zamani, cucu dari bangsawan Persia, Arjumand Banu Begum. Namun ia harus menunggu 5 tahun kemudian untuk menikahi Mumtaz ul Zamani, tepatnya tahun 1612.

Pada tahun 1628, Shah Jahan naik menjadi raja dan Mumtaz ul Zamani diberi julukan Mumtaz Mahal yang memiliki arti "Jewel of the Palace” (Permata di Istana). Meskipun sebelumnya sang raja sudah memiliki dua istri, tetapi Mumtaz Mahal adalah yang paling dicintainya, ia menemani kemanapun sang raja pergi, baik di dalam istana maupun di tenda-tenda dalam perjalanan bersama sang raja.

Saat Mumtaz Mahal melahirkan anak ke-14 mereka tahun 1931, ia meninggal karena komplikasi. Shah Jahan-pun berjanji bahwa dia tidak akan pernah menikah lagi dan akan membangun makam termegah di atas kuburannya.

Beberapa waktu setelah kematiannya, Shah Jahan memulai pembangunan monumen ini. Dibutuhkan waktu 22 tahun dan melibatkan lebih dari 20.000 pekerja, arsitek, seniman, ahli batu, kaligrafer dari India, Persia, Eropa dan Kekaisaran Ottoman (Turki). Diperkirakan, Kepala arsiteknya adalah  Ustad Ahmad Lahouri seorang India, keturunan persia.

Ketika Shah Jahan meninggal pada 1666, tubuhnya ditempatkan di sebuah makam di samping makam Mumtaz Mahal. Monumen megah inilah yang kemudian dikenal sebagai "Taj Mahal" yang menjadi salah satu dari Tujuh keajaiban dunia.

Bangunan dengan tinggi sekitar 60 meter ini dibuat dari marmer yang diukir dan dihiasi dengan lapisan emas, perak dan berlian. Secara keseluruhan areal Taj Mahal menempati luas sekitar 22 Hektar, dilenkapi dengan taman, area pengairan dan makam. Tahun 1983, Taj Mahal menjadi salah satu Situs Warisan Dunia yang ditetapkan oleh UNESCO

"3 SEBAB KUCING DATANG PADA KITA..".



"3 SEBAB KUCING DATANG PADA KITA..".

Pertama

Allah sedang beritahu makanan kita, hak kita itu bukan semuanya rezeki kita. Sebahagiannya rezeki kucing itu. Sebab itu ia datang pada kita.

Kedua

Allah sedang beritahu apabila kita memberi makanan kepada kucing itu, rezeki lain akan Allah ganti yang lebih baik. Sebab 1 kebaikan itu Allah balas 10 kebaikan. Allah maha mampu memberi lebih dari itu.

Ketiga

Allah sedang bagi tahu apabila kita tak memberi makanan kepada kucing itu, sebenarnya kita sedang menolak rezeki baru yang Allah berikan kepada kita. Rezeki itu luas bukan hanya pada uang. Tetapi meliputi semua kehidupan. Ingin ikhlas memberi, berilah pada hewan karena hewan tak pandai mengucapkan terima kasih kepada kita. Ia hanya tahu minta dan makan.

Semoga manfaat silahkan share dan bagi-bagikan!

Pengorbanan Istri yang Sering Tidak Disadari Suami



“Dunia ini adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita shalihah”. (HR. Muslim).

WANITA adalah karunia terindah yang ada dan penting di dunia, tapi banyak perjuangan dan pengorbanan wanita tidak di ketahui pria.

1. Ketika suami menikah lagi dan perempuan berusaha menerima (karena alasan ekonomi atau agama atau alasan apapun), ia akan duduk sendiri di setiap malam dalam gelap kamar saat suaminya tengah mendekap mesra seorang perempuan lain di ranjang lain. Ia akan (mungkin) menangis karena terluka, tapi demi anak-anak ia akan berusaha menerimanya dengan sabar.

2. Sebagai isteri ia siap mengorbankan impian-impianny­a demi mengurus suami (yang kadang bersifat kekanak-kanakan­ dan minta diurus) dan anak-anak yang bandel.

3. Ketika suami mencela masakannya, ia akan bersusah payah belajar masak dari siapapun untuk bisa menghidangkan makanan dengan rasa terbaik pada suami dan anak-anaknya.

4. Ia bekerja 24 jam sehari, 7 hari seminggu. Jam kerjanya tak berbatas. Ia bangun ketika siapapun di rumah belum bangun, mulai bekerja, memasak, membersihkan rumah, mencuci pakaian, lalu mengurus suami sebelum pergi kerja, mengurus anak-anak berangkat sekolah, ketika pakaian kering di jemuran ia akan mengangkatnya dan menyetrika dengan rapi.

5. Kemudian setelah begitu capek mengurus rumah tangga, malam giliran memenuhi ini itu suaminya. Mulianya seorang isteri adalah: tukang masak, tukang cuci, cleaning service, dan penghibur suaminya digabung jadi satu.

6. Ketika suaminya menginginkan punya anak 4, 5, 6 atau 9 orang, ia sebagai isteri harus siap menderita mengandung anak dan bertarung nyawa melahirkannya. Suami kadang tidak terlalu paham penderitaan macam begini karena mereka tidak mengalaminya

7. Meski laki-laki tak paham benar, tapi Allah Maha Mengerti, karena itulah ia memberi reward pada pengorbanan perempuan. Bagi yang meninggal karena melahirkan anak, Tuhan langsung memberinya surga. Bagi isteri yang setia bekerja mengurus rumah tangganya, dengan sabar dan ikhlas, maka silahkanlah ia masuk surga dari pintu mana saja ia suka.

Mulialah wanita shalihah. Di dunia, ia akan menjadi cahaya bagi keluarganya dan berperan melahirkan generasi dambaan. Jika ia wafat, Allah akan menjadikannya bidadari di surga. Kemuliaan wanita shalihah digambarkan Rasulullah Saw. dalam sabdanya, “Dunia ini adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita shalihah”. (HR. Muslim). [kisahislami]

INGAT makanan Bersantan Jangan Dipanaskan Berulang Kali!



Masih ada Sisa menu lebaran di rumah anda? Sebaiknya hindari memanaskannya berulang kali. Opor ayam dan rendang kerap menjadi menu wajib dihidangkan di saat Idul Fitri. Jenis makanan ini biasanya dimasak dalam jumlah besar agar bisa dihidangkan untuk beberapa hari. Ketika ingin dikonsumsi, makanan-makanan tersebut tinggal langsung dihangatkan.

Menurut dokter spesialis gizi dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta, Nurul Ratna, menghangatkan makanan sisa memang memberi kepraktisan di saat Idul Fitri. Namun, cara menghangatkan makanan yang sering dianggap wajar ini sebetulnya bisa membahayakan kesehatan.


"Bila terlalu sering dihangatkan, kadar garam dalam makanan bersantan bisa meningkat. Ini tentunya membahayakan orang-orang yang memiliki riwayat hipertensi atau tekanan darah tinggi," ujar Nurul kepada Beritasatu.com di Jakarta, belum lama ini.
 Tidak hanya garam, kandungan lemak jenuh di dalam santan juga bisa semakin meningkat, sehingga risiko terkena penyakit kolesterol tinggi akan menjadi besar. "Jadi, kalau ingin menghidangkan masakan bersantan seperti opor ayam atau rendang, sebaiknya secukupnya saja untuk kebutuhan satu hari," sarannya.
Nurul juga berpesan untuk mengimbangi makanan berlemak dengan mengonsumsi sayuran dan buah-buahan yang mengandung banyak serat. "Konsumsi serat setelah makan makanan berlemak dapat membantu mengikat lemak agar tidak mudah diserap oleh tubuh," papar Nurul.

Sehatkan Jantung dengan Berjalan Kaki


BERJALAN kaki bermanfaat memperbaiki kinerja jantung, menjaga kesehatannya, menurunkan kolesterol, menrunkan tekanan darah, memperbaiki sistem metabolisme, dan mengoptimalkan penyerapan makanan. Hasil penelitian menunjukan bahwa orang yang gemuk dan gerak metabolismenya lambat. Dan orang yang banyak gerak dan olahraga metabolismenya cepat, tulang-tulangnya kuat, kesehatan persendiannya terjaga, otot-ototnya kuat dan ketegangan psikologisnya menjadi ringan. Sebab secara umum, olahraga dapat membantu proses ekskresi hormon Endorfin yang membuat seseorang merasakan rileks dan gembira.
Olahraga berjalan kaki juga dapat meringankan ketegangan psikologis seperti kecemasan dan kegalauan yang muncul akibat beban hidup sehari-hari yang tak kenal henti. Maka dari itu, dengan berjalan kaki akan menjadikan seseorang memahami dirinya sendiri dengan positif; ia akan merasa bahagia, gembira, dan selalu optimis terhadap dirinya.
Satu perkara yang harus kita imani dan terima secara utuh manfaatnya bahwa bagaimana pun berjalan kaki sangat penting dilakukan. Tiada keraguan bahwa ketika Allah swt menjadikan berjalan kaki sebagai sebuah manfaat bagi setiap manusia, Dia mengetahui bahwa berjalan kaki merupakan bentuk olahraga paling sederhana yang dapat menjaga keseimbangan dan kebugaran tubuh. Hanya dengan berjalan kaki, banyak orang yang akan mendapatkan kebugaran tubuhnya, terjaga dari sekian macam penyakit yang mungkin saja muncul akibat banyak duduk dan sedikit gerak.
Selain itu, berjalan kaki adalah olahraga yang paling sedikit menimbulkan risiko cedera persendian. Ia merupakan bentuk latihan yang bisa membakar oksigen, bermanfaat bagi kesehatan jantung, paru-paru, dan memperlancar peredaran darah. Sebagai olahraga sederhana, berjalan kaki juga membantu manusia untuk menjaga kebugaran tubuh dengan membakar energi yang berlebih; menguatkan otot-otot, sistem peredaran darah, mengatur suplai oksigen dan energi dalam tubuh. Ia juga mampu mengurangi risiko obesitas, diabetes, kanker payudara, kanker usus besar, dan berbagai penyakit jantung.
Berjalan kaki setara dengan bentuk latihan angkat beban. Berjalan dengan tegak lurus dan seimbang dapat menguatkan otot kaki, perut, punggung, dan tulang, serta mengurangi risiko kerapuhan.
Ketahuilah, Rasulullah tidak menganjurkan kita berjalan kaki ke masjid 2-3 kali dalam satu pekan saja, tapi 5 kali dalam satu hari. Kebanyakan jarak ke masjid biasa ditempuh selama sepuluh menit atau lebih. Ibnul Qayyim berkata, “Rasulullah apabila berjalan ke masjid, dada beliau condong ke depan dan beliau orang yang paling cepat jalannya.” (HR. Tirmidzi).

Sudahkah Kita Memperolah Nikmatnya Shalat?


Segala puji hanya bagi Allah yang telah memberikan kita karunia shalat lima waktu. Sungguh, shalat adalah solusi terbaik untuk beristirahat, menenangkan pikiran, menyenangkan hati, dan berhenti dari segala aktifitas didunia ini yang tidak pernah ada hentinya.
Contoh yang paling jelas dalam pemanfaatan fungsi shalat ini adalah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam(SAW). Dalam malam-malam yang sunyi dan sepi, beliau bangun menghiasinya dengan dzikir dan doa dalam sujud-sujud yang panjang. Air mata berderai-derai diantara lantunan ayat suci Al-Qur’an yang beliau baca dengan perlahan dan penuh perenungan.
Saat Rasulullah SAW penat dan lelah dari tugasnya sebagai juru dakwah, kepala negara, jenderal perang, kepala rumah tangga dan banyak peran lainnya yang beliau emban, maka pilihan istirahat yang terbaik adalah dengan melaksanakan shalat. Beliau berkata kepada Bilal bin Rabbah radhiyallahu ‘anhu:

أرِحْنَا بِالصَّلاَةِ يَا بِلاَلُ

“Hiburlah kami dengan melaksakan shalat wahai Bilal”.
Maksudnya beliau SAW adalah meminta Bilal untuk mengumandangkan adzan untuk melaksanakn shalat. Bagi beliau dan para sahabat yang ada di sekitar Rasulullah, shalat menjadi saat-saat terbaik untuk menenangkan kembali jiwa, pikiran dan anggota tubuh dari berbagai kepenatan.
Dengan kita menjalankan ibadah shalat, aliran darah akan menjadi lancar, jiwa dan pikiran kembali rileks dan kembali ke puncak semangat untuk melanjutkan tugas-tugas berikutnya yang sudah ada didepan mata.
Saat shalat adalah saat yang paling tepat tepat untuk menyampaikan segala pinta dan doa. Sang Penguasa alam semesta ini pada saat itu sangat dekat kepada hamba-hamba-Nya, siap mendengarkan segala pinta dan juga permohonan hamba-Nya. Tak perlu ragu untuk menyampaikan permintaan besar dan keinginan yang sulit untuk diwujudkan dalam pandangan manusia.
Sebab Dia, Allah ‘Azza wa Jalla yang menjadi sumber karunia adalah Dzat yang Maha Kuasa dengan kemahakuasaan yang tidak terbatas. Kerajaan dan kekayaannya lebih luas daripada langit dan bumi, dan tidak terbatas oleh apapun juga. Kehendaknya tidak dapat dihalangi oleh siapapun juga.
Maka sungguh berbahagialah dan amat sangat beruntung bagi orang-orang yang dikaruniai kekhusyu’an shalat dalam hidupnya. Ia meraih banyak keutamaan dan lebih banyak ketenangan daripada orang yang tidak pernah merasakannya.
“Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyu’ dalam shalatnya”.(QS. Al-Mu’minuun 23 : 1-2)
Dalam bulan suci Ramadhan 1436 H ini, tentunya kita amat sangat berharap agar bisa diberikan karunia mengecap kekhusyu’an shalat itu, sebagaimana yang dirasakan oleh Rasulullah dan para sahabatnya dan orang-orang yang selalu mendekatkan diri dengan Allah. Sebab orang-orang tersebut telah merasakan kenikmatannya.
Sahabat dan saudaraku, setelah kita hidup sekian tahun, sudahkah kita memperoleh nikmatnya shalat? Mari dibulan yang penuh berkah ini, yakni di bulan Ramadhan, kita perbaiki dan evaluasi shalat kita dan amalan kita diluar ibadah shalat agar hingga akhir hayat nanti, hidup kita tenang dan ibadah kita diterima oleh Allah SWT. Aamiin Yaa Rabbal ‘Aalamin..

Kekuatan Memaafkan bagi Kesehatan


Alloh Ta’ala berfirman :
فَمَنْ عَفَا وَأَصْلَحَ فَأَجْرُهُ عَلَى اللَّهِ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الظَّالِمِينَ
Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa, maka barang siapa memaafkan dan berbuat baik maka pahalanya atas (tanggungan) Allah. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang zalim.
[QS. Asy-Syuro : 40]

Terapi dengan sikap mema’afkan (forgivness therapy) menurut para ahli klinis dan peneliti merupakan pendekatan baru untuk mengurangi amarah dan dapat memulihkan kesehatan emosional dan ragawi.
Menarik, mengapa sikap mema’afkan dapat menjadi terapi? Ternyata rumusnya dangat sederhana. Dengan mema’afkan, kita telah menghapus amarah terhadap orang lain, sebagaimana menggosokkan karet penghapus di atas kertas dan untuk membersihkan coretan yang salah dalam hidup kita. Ketika menggosokkan karet penghapus, pikiran kita tertuju pada lembaran tulisan yang diharapkan kembali menjadi putih bersih, bukan kepada orang yang menyebabkan terjadinya coretan.
Semua amarah yang ditekan masuk ke dalam jiwa akan menjadi noda dalam lembaran hidup kita. Dengan ditekan, kemarahan bukannya hilang, tetapi semakin menempati ruang tertentu dalam pikiran bawah sadar kita.
Selanjutnya, ia akan mewarnai seluruh hidup kita. Disukai atau tidak, sesuatu yang ditaruh di dalam pikiran bawah sadar kita akan mempengaruhi cara hidup kita, baik disengaja atau tidak. Kemarahan yang ditekan akan menjadi sebutir biji cabai yang kita letakkan di dalam pikiran kita. Apapun yang diucapkan oleh orang yang suka memendam kemarahan seringkali berasa pedas dan panas.
Pemahaman orang beriman tentang sikap mema’afkan sangatlah berbeda dari mereka yang tidak menjalani hidup dengan tuntunan keimanan. Meskipun banyak orang mungkin berkata bahwasanya mereka telah mema’afkan seseorang yang telah menyakitinya. Namun perlu waktu lama untuk membersihkan diri dari rasa benci dan marah dalam hati mereka. Sikap mereka cenderung menampakkan rasa marah tersebut.
Di lain pihak, sikap mema’afkan orang beriman bersifat tulus. Sebab, mereka tahu bahwasanya menusia diuji di dunia ini dan belajar dari kesalahan mereka. Mereka berlapang dada dan bersifat pengasih. Lebih dari itu, orang beriman dituntut untuk mampu mema’afkan walau berada pada pihak yang benar dan orang lain di pihak yag salah. Ketika mema’afkan, mereka tidak pandang kesalahan besar atau kecil, sengaja atau tidak disengaja, karena orang beriman tahu bahwa segala sesuatu terjadi menurut kehendak Alloh dan berjalan sesuai takdirNya. Oleh karena itu, mereka berserah diri dengan peristiwa tersebut dan tidak pernah terbelenggu oleh amarah.
Penelitian lain yang dilakukan oleh para ilmuwan Amerika membuktikan bahwa mereka yang mampu mema’afkan akan merasa lebih sehat, baik jiwa maupun raga. Orang-orang yang diteliti menyatakan bahwa penderitaan mereka berkurang setelah mema’afkan orang yang menyakiti mereka.
Penelitian tersebut menunjukkan bahwa orang yang belajar mema’afkan merasa lebih baik, tidak hanya secara bathiniah namun juga jasmaniah. Sebagai contoh, telah dibuktikan bahwa berdasarkan penelitian , gejala-gejala pada kejiwaan dan tubuh, seperti sakit punggung akibat stress, susah tidur dan sakit perut sangatlah berkurang pada orang-orang seperti ini.
Sifat mema’afkan adalah resep yang telah terbukti bagi kesehatan dan kebahagiaan, sifat pema’af memicu keadaan yang baik dalam pikiran, seperti harapan, kesabaran dan percaya diri dengan mengurangi kemarahan, penderitaan, lemah semangat dan stress. Sebaliknya, kemarahan yang dipelihara menyebabkan dampak ragawi yang dapat diamati pada diri seseorang, kemarahan jangka panjang dan berkelanjutan tidak akan berkesudahan. Maka setel ulanglah sistem pengaturan suhu di dalam tubuh agar selalu dalam sifat mema’afkan.

Ini Tampang Supriyadi, Pria yang Ngamuk di Pesta Ultah dan Tewaskan 1 Anak



Demak - Supriyadi (30), warga Desa Wonowoso, Kecamatan Karangtengah, Demak, Jawa Tengah, mengamuk di pesta ulang tahun yang banyak didatangi anak-anak. Dia diduga mengalami gangguan jiwa. Polisi masih mengobservasi.

Supriyadi beraksi brutal sekitar pukul 11.00 WIB, Minggu (26/7), di rumah Eko Nur Arifin (23). Saat itu, di rumah tersebut ada acara ulang tahun anak Eko. Berbagai pentas hiburan digelar. Banyak warga yang menonton, termasuk anak-anak.

Suasana menjadi gaduh ketika Supriyadi keluar rumah sambil membawa golok. Ia mengamuk dan menyabetkan goloknya ke arah kerumunan warga.

Pesta bubar. Warga kocar-kacir. Malang nasib Safik Nur (8), Zaki (12) dan Azka (12). Tiga bocah itu terkena sabetan golok. Azka tidak tertolong nyawanya saat dibawa ke rumah sakit.

Ketua RT setempat, Nur Kholis, mengatakan pelaku belum lama ini pindah dari Kalimantan. Tidak ada yang mengenal dekat tapi memang warga mengenalnya sebagai pria yang memiliki gangguan jiwa.

"Baru pindah dari Kalimantan. Kemana-mana bawa golok," ujar Nur.

Warga emosi setelah melihat Supriyadi menyabetkan golok ke anak-anak. Mereka menghajar pelaku. Usai kejadian, pelaku dibawa ke rumah sakit karena luka-luka. Hari ini, dia sudah di Mapolres Demak dan menjalani pemeriksaan.


(alg/try)
Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam", Senin sampai Jumat pukul 00.30 - 01.00 WIB, hanya di Trans TV

WASPADAI Penyakit yang timbul Akibat Kipas Angin dan AC


Cuaca panas memang paling enak ditemani dengan kesejukan dan hembusan angin sepoi. Paparan dingin dan kipas angin yang terlalu lama dan sering ternyata dapat mengganggu kesehatan.

Efeknya akan terasa pada wajah, kepala, leher atau organ lain yang mengalami beberapa gangguan saraf. Berikut ini penyakit yang bisa timbul akibat penggunaan kipas angin dan AC.


Penyakit yang timbul Akibat Kipas Angin dan AC

► Bell's Palsy 

Bell' palsy atau kelumpuhan wajah sesisi merupakan efek dari paparan yang terlalu sering dan lama yang menyebabkan pembengkakan saraf wajah. Biasanya gejala yang ditimbulkan yaitu salah satu matanya pedih ketika cuci muka, karena tak dapat dipejamkan, sulit berkumur, mulutnya miring/mencong, bicaranya pelo, saat minum airnya akan meler, dan pengecapan lidah berkurang. Kemungkinan penyakit ini berasal dari infeksi virus yang terbawa oleh udara atau angin.

► Tortikolis

Tortikolis adalah leher tengeng yang biasanya dirasakan ketika bangun tidur. Gejalanya berupa leher kaku, tidak bisa menengok kesatu sisi dan nyeri seperti disetrum bila dipaksakan bergerak. Bila bicara atau batuk akan terasa sakit.

► Frozen Shoulder 

Frozen shoulder atau bahau beku juga biasanya dirasakan ketika bangun tidur di pagi hari. Gejala yang dirasakan yaitu tidak sanggup menggosok gigi dan menyisir rambut karena pergelangan bahu terasa sakit bila lengan diangkat atau digerakkan. Penyakit ini akan membantasi pergerakan bahu bila tak segera diatasi.

► Carpal Tunnel Syndrom

Carpal tunnel syndrom biasanya ditandai dengan kesemutan dan nyeri pada tangan terutama bagian ibu jari, telunjuk, dan jari tengah. Gejala ini akan bertambah parah jika terkena AC pada malam hari.

Penyakit-penyakit ini timbul akibat paparan yang lebih lama dan lebih sering. Oleh karena itu, sebaiknya luangkan waktu untuk tidak selalu berada dalam ruuangan ber-AC dan tidak terkena hembusan angin dari kipas angin terlalu lama. Apalagi disaat tidur. Keep healty!

Semoga bermanfaat dan silahkan bagikan informasi ini kepada teman, keluarga dan sahabat sahabat anda.

INILAH AYAT PALING UTAMA YANG MEMILIKI SATU LIDAH DAN DUA BIBIR



Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah Ta’ala, Tuhan semesta alam. Sebaik-baik perkataan adalah sabda Nabi; dan perkataan yang Mahabenar adalah Kalam Allah Ta’ala.
Di dalam al-Qur’an al-Kariim yang terdiri dari tiga puluh juz dan seratus empat belas surat, ada satu ayat yang paling utama. Ayat tersebut terdapat dalam surat al-Baqarah, di juz ketiga.
Siapa yang membaca ayat ini sebelum tidur, maka Allah Ta’ala akan melindunginya dan setan tidak akan mendatanginya hingga pagi hari.
Di dalam ayat yang terdiri dari sepuluh kalimat yang agung ini, ada ajaran amat mulia untuk mengesakan Allah Ta’ala dengan pujian dan pengagungan. Ibnu Katsir mengatakan, “Ayat ini mengandung suatu hal yang sangat agung.”
Lantas, dalil apakah yang digunakan sehingga ayat ini disebut sebagai ayat yang paling utama atau paling agung di dalam al-Qur’an?
Suatu hari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bertanya kepada Ubay bin Ka’ab, “Apakah ayat yang paling agung di dalam kitab Allah Ta’ala?”
Jawab Ubay, “Allah Ta’ala dan Rasul-Nya lebih mengetahui.”
Maka, terang Imam Ahmad bin Hanbal meriwayatkan, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam mengulang-ulang pertanyaan tersebut hingga Ubay bin Ka’ab menjawab, ‘Ayat Kursi.'”
Sabda Rasulullah setelah mendengar jawaban sahabatnya itu, “Engkau akan dilelahkan dengan ilmu Allah, wahai Abu Mundzir.”
“Demi Zat yang jiwaku berada di tangan-Nya,” lanjut Sang Nabi, “sesungguhnya Ayat Kursi itu memiliki satu lidah dan dua bibir yang senantiasa menyucikan al-Malik (Allah Ta’ala) di sisi tiang ‘Arsy.”
Dalam riwayat Imam Muslim disebutkan hadits serupa tanpa adanya kalimat terakhir. Sedangkan oleh Imam Ahmad bin Hanbal dari Asma’ binti Yazid bin Sakan, ayat kedua ratus lima puluh lima dalam surat al-Baqarah ini disebutkan sebagai “Nama Allah Ta’ala yang paling agung” bersama dengan ayat pertama dan kedua surat Ali ‘Imran.
Maka memahami apa yang terkandung di dalamnya adalah sebuah keutamaan. Dikatakan oleh Ibnu Katsir, jalan terbaik untuk memahaminya adalah, “Memahami makna ayat tanpa takyif (menanyakan kaifiyat/hakikatnya) dan tanpa tashbih (menyerupakan dengan makhluk).”
Semoga Allah Ta’ala membukakan pikiran dan hati kita untuk memahami ayat yang paling utama ini. Aamiin. [Pirman]

Mengapa Manusia Bisa Jatuh Cinta?



Jatuh cinta? Pasti semua orang pernah merasakan yang namanya jatuh cinta, sudah jutaan lirik lagu tercipta karena yang namanya cinta itu. tapi pernahkah anda bertanya tanya kenapa manusia bisa mengalami yang namanya jatuh cinta?

Kenapa Manusia Jatuh Cinta? Ini Jawabannya!

► Karena Manusia Punya Nafsu

Nafsu dikatakan sebagai tahap awal dalam hubungannya dengan cinta. Nafsu sendiri distimulus oleh hormon seksual di dalam tubuh. Hormon inilah yang kemudian menggairahkan nafsu seseorang di dalam otaknya. Estrogen dan Testosteron adalah dua jenis dasar hormon yang terdapat pada tubuh manusia dengan proses limbik yang kemudian menanggapi nafsu tentang kesehatan dan cara mengurangi stres.

► Dari Nafsu, Muncullah Daya Tarik

Tahap kedua pada saat manusia jatuh cinta dilandasi oleh daya tarik. Fase ini dikatakan sebagai salah satu momen indah hidup. Ini adalah fase ketika seseorang benar-benar mulai merasakan cinta. Seseorang dalam fase ini akan merasakan ketidaksabaran untuk menarik seseorang sehingga merasa gembira saat bertemu, merasa tersiksa saat merindu, dan merasa ingin selalu dekat dengan yang dicinta.

Secara ilmiah, telah disimpulkan dalam penelitian mengenai cinta bahwa ada tiga sub-tahap yang menggambarkan perubahan drastis atas kepribadian individu saat jatuh cinta. Tiga sub-tahap tersebut dipengaruhi oleh adrenalin, dopamin, dan serotonin dalam tubuh manusia.

Adrenalin mendorong seseorang untuk merespon stres, meningkatkan kortisol dalam tubuh, dan menangkap reaksi. Dengan begitu, kondisi fisik seseorang yang sedang jatuh cinta pun cenderung berubah. Orang yang sedang jatuh cinta akan merasakan perubahan fisik seperti jantung berdetak lebih kencang dan mulut terasa kering.

Sementara itu, hormon dopamin terlepaskan oleh tubuh untuk memberi rasa senang, gembira, dan bahagia pada diri manusia. Tidak heran kalau orang yang jatuh cinta cenderung kelihatan lebih ceria dan dramatis dibandingkan sebelumnya. Terakhir, hormon serotonin membantu manusia untuk mempertahankan rasa senang dengan cara memikirkan orang yang dicintainya.

► Karena Tubuh Punya Hormon Kasih Sayang

Setelah melewati dua tahap cinta di atas, maka ikatan antara seseorang dengan orang yang dicintainya semakin kuat satu sama lain. Ikatan inilah yang membuat seseorang berani melanjutkan hubungan ke jenjang berikutnya yang lebih tinggi, seperti halnya hubungan pacaran atau bahkan hubungan pernikahan. Para peneliti tentang cinta menyebutkan bahwa terdapat dua jenis hormon yang berpengaruh pada tahap ini, yaitu hormon oksitosin dan vasopressin.

Hormon oksitosin dikenal juga sebagai "hormon berpelukan," yaitu salah satu hormon yang paling yang dilepaskan oleh perempuan maupun laki-laki, terutama saat orgasme. Oksitosin ini juga akan semakin memperkuat rasa kasih sayang antara seseorang dengan orang yang dicintainya. Semakin sering pasangan bercinta, maka ikatan yang dimiliki pun akan semakin kuat.

Sementara itu, Vasopressin dikenal sebagai anti-diuretik yang berperan mengendalikan rasa haus. Hormon ini dilepaskan dalam jumlah besar dengan cepat setelah berhubungan seks. Meskipun otak perempuan dan laki-laki secara struktural berbeda, mereka berdua mengeluarkan vasopressin dari kelenjar pituitari yang sama.

Nah sudah tau Alasannya kan?

BERHATI HATI DIUSIA 40TAHUN




BERHATI HATI DIUSIA 40TAHUN

Ramai tidak sedar dalam al-Quran ada menyentuh tentang usia ini. Tentu ada yang sangat penting, perlu diperhatikan dan diambil serius akan perkara ini. Allah swt. berfirman,

حَتَّى إَذَا بَلَغَ أَشُدَّهُ وَبَلَغَ أَرْبَعِيْنَ سَنَةً قَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِى أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِى أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِى فِى ذُرِّيَّتِى إِنِّى تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّى مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ

"Apabila dia telah dewasa dan usianya sampai empat puluh tahun, ia berdoa, “Ya Tuhanku, tunjukkanlah aku jalan untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapaku dan supaya aku dapat berbuat amal yang soleh yang engkau redhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang muslim.” (al-Ahqaf: 15)

Usia 40 tahun disebut dengan jelas dalam ayat ini. Pada usia inilah manusia mencapai puncak kehidupannya baik dari segi fizikal, intelektual, emosi, mahupun spiritualnya. Benar-benar telah meninggalkan usia mudanya dan melangkah ke usia dewasa yang sebenar.

Doa yang terdapat dalam ayat tersebut dianjurkan untuk dibaca oleh mereka yang berusia 40 tahun dan ke atas. Di dalamnya terkandung penghuraian yang jelas bahawa mereka; telah menerima nikmat yang sempurna, kecenderungan untuk beramal yang positif, telah mempunyai keluarga yang harmoni, kecenderungan untuk bertaubat dan kembali kepada Allah

Pada ayat yang lain, firman Allah;

أَوَلَمْ نُعَمِّرْكُمْ مَا يَتَذَكَّرُ فِيْهِ مَنْ تَذَكَّرَ وَجَاءَكُمُ النَّذِيْرُ

Apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam tempoh yang cukup untuk berfikir bagi orang-orang yang mahu berfikir, dan (apakah tidak) datang kepadamu pemberi peringatan? (al-Fathir: 37)

Menurut Ibnu Abbas, Hasan al-Bashri, al-Kalbi, Wahab bin Munabbih, dan Masruq, yang dimaksud dengan “umur panjang dalam tempoh yang cukup untuk berfikir” dalam ayat tersebut tidak lain adalah ketika berusia 40 tahun.

Menurut Ibn Kathir, ayat ini memberikan petunjuk bahawa manusia apabila menjelang usia 40 tahun hendaklah memperbaharui taubat dan kembali kepada Allah dengan bersungguh2.

Apabila itu berlaku menjelang usia 40 tahun, maka Allah memberikan janjiNya dalam ayat selepas itu: (maksudnya) Kematangan.

Usia 40 tahun adalah usia matang untuk kita bersungguh-sungguh dalam hidup. Mengumpulkan pengalaman, menajamkan hikmah dan kebijaksanaan, membuang kejahilan ketika usia muda, lebih berhati-hati, melihat sesuatu dengan hikmah dan penuh penelitian. Maka tidak hairan tokoh-tokoh pemimpin muncul secara matang pada usia ini. Bahkan Nabi s.a.w, seperti yang disebut oleh Ibn ‘Abbas:

“Dibangkitkan Rasulullah s.a.w pada usia 40 tahun” (riwayat al-Bukhari).
Nabi Muhammad saw. diutus menjadi nabi tepat pada usia 40 tahun. Begitu juga dengan nabi2 yang lain, kecuali Nabi Isa as. dan Nabi Yahya as.

Banyak negara menetapkan untuk menduduki jabatan2 elit seperti ketua negara, disyaratkan bakal calon harus telah berusia 40 tahun. Masyarakat sendiri mengakui prestasi seseorang mantap tatkala orang itu telah berusia 40 tahun. Soekarno menjadi presiden pada usia 44 tahun. Soeharto menjadi presiden pada umur 46 tahun. J.F. Kennedy 44 tahun. Bill Clinton 46 tahun. Paul Keating 47 tahun. Sementara Tony Blair 44 tahun.

Mengapa umur 40 tahun begitu penting.

Menurut Ibnu Qayyim Al-Jauziyah usia manusia diklasifikasikan menjadi 4 (empat) period, iaitu
1. Kanak-kanak ( sejak lahir hingga akil baligh )
2. Muda atau syabab ( sejak akil baligh hingga 40 tahun )
3. Dewasa ( 40 tahun hingga 60 tahun )
4. Tua atau syaikhukhah ( 60 tahun hingga mati )

Usia 40 tahun adalah usia ketika manusia benar-benar meninggalkan masa mudanya dan beralih kepada masa dewasa penuh. Kenyataan yang paling menarik pada usia 40 tahun ini adalah meningkatnya minat seseorang terhadap agama sedangkan semasa mudanya jauh sekali dengan agama. Seolah-olah macam satu fitrah di usia ini ramai yang mula menutup aurat dan mendekati kuliah-kuliah agama.

Salah satu keistimewaan usia 40 tahun tercermin dari sabda Rasulullah saw.,

لعَبْدُ الْمُسْلِمُ إِذَا بَلَغَ أَرْبَعِيْنَ سَنَةً خَفَّفَ اللهُ تَعَالَى حِسَابَهُ ، وَإِذَا بَلَغَ سِتِّيْنَ سَنَةً رَزَقَهُ اللهُ تَعَالَى الْإِنَابَةَ إِلَيْهِ ، وَإِذَا بَلَغَ سَبْعِيْنَ سَنَةً أَحَبَّهُ أَهْلُ السَّمَاءِ ، وَإِذَا بَلَغَ ثَمَانِيْنَ سَنَةً ثَبَّتَ اللهُ تَعَالَى حَسَنَاتِهِ وَمَحَا سَيِّئَاتِهِ ، وَإِذَا بَلَغَ تِسْعِيْنَ سَنَةً غَفَرَ اللهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ وَمَا تَأَخَّرَ وَشَفَّعَهُ اللهُ تَعَالَى فِى أَهْلِ بَيْتِهِ ، وَكَتَبَ فِى السَّمَاءِ أَسِيْرَ اللهِ فِى أَرْضِهِ – رواه الإمام أحمد

"Seorang hamba muslim bila usianya mencapai 40 tahun, Allah akan meringankan hisabnya (perhitungan amalnya). Jika usianya mencapai 60 tahun, Allah akan memberikan anugerah berupa kemampuan kembali (bertaubat) kepadaNya. Bila usianya mencapai 70 tahun, para penduduk langit (malaikat) akan mencintainya. Jika usianya mencapai 80 tahun, Allah akan menetapkan amal kebaikannya dan menghapus amal keburukannya. Dan bila usianya mencapai 90 puluh tahun, Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan dosa-dosanya yang dahulu, Allah juga akan memberikan pertolongan kepada anggota keluarganya, serta Allah akan mencatatnya sebagai tawanan Allah di bumi. (riwayat Ahmad)

Hadis ini menyebut usia 40 tahun paling awal memiliki komitmen terhadap penghambaan kepada Allah swt. sekaligus konsisten terhadap Islam, maka Allah swt. akan meringankan hisabnya. Orang yang usianya mencapai 40 tahun mendapatkan keistimewaan berupa hisabnya diringankan. Tetapi umur 40 tahun merupakan saat harus berhati2 juga. Ibarat waktu, orang yang berumur 40 tahun mungkin sudah masuk senja. Abdullah bin Abbas ra. dalam suatu riwayat berkata, “Barangsiapa mencapai usia 40 tahun dan amal kebajikannya tidak mantap dan tidak dpt mengalahkan amal keburukannya, maka hendaklah ia bersiap-siap ke neraka.”

Imam asy-Syafi’i tatkala mencapai usia 40 tahun, beliau berjalan sambil memakai tongkat. Jika ditanya, jawab beliau, “Agar aku ingat bahwa aku adalah musafir. Demi Allah, aku melihat diriku sekarang ini seperti seekor burung yang dipenjara di dalam sangkar. Lalu burung itu lepas di udara, kecuali telapak kakinya saja yang masih tertambat dalam sangkar. Komitmenku sekarang seperti itu juga. Aku tidak memiliki sisa2 syahwat untuk menetap tinggal di dunia. Aku tidak berkenan sahabat-sahabatku memberiku sedikit pun sedekah dari dunia. Aku juga tidak berkenan mereka mengingatkanku sedikit pun tentang hiruk pikuk dunia, kecuali hal yang menurut syara’ lazim bagiku. Di antara aku dan dia ada Allah.”

Lantas, apa yang harus kita lakukan menginjak usia 40 tahun?
1. Meneguhkan tujuan hidup
2. Meningkatkan daya spiritual
3. Menjadikan uban sebagai peringatan
4. Memperbanyak bersyukur
5. Menjaga makan dan tidur
6. Menjaga istiqamah dalam ibadah.

Jika ada yang mengatakan bahawa: Life began at forty, saya cenderung berpendapat kehidupan yang dimaksudkan ialah kehidupan terarah kepada mendekatkan diri kepada penciptaNya dengan sebenar-benarnya. Tetapi satu perkara yang kita harus sentiasa sedar bahawa kematian memanggil kita bila-bila masa tanpa tanda, tanpa alamat dan tanpa mengira usia. Jika kita beranggapan harus menunggu usia 40 tahun untuk baru memulakan kehidupan yang dimaksudkan di atas, maka rugi dan sia-sia lah hidup kita jika umur kita tidak panjang.

Maksud sabda Nabi Muhammad S.A.W ," Orang yang bijak adalah orang yang selalu mengingati mati".

Ramai manusia tertipu dengan keindahan dunia dan isinya yang bersifat sementara. Sejak Nabi Adam as. sehingga kini, kesemuanya telah kembali kepada Allah swt. tidak kira kaya atau miskin, berpangkat atau tidak. Mengingati mati bukan bermakna kita akan gagal di dunia tetapi dengan mengingati mati kita akan menjadi insan yang berjaya di dunia dan di akhirat. janganlah menunggu sehingga esok untuk membuat persediaan menghadapi kematian, kerana mati boleh datang pada bila-bila masa..

SUBHANALLAH Ibu ini sembuh dari penyakit KANKER DARAH dengan melakukan ini...

KANKER darah bisa di sembuhkan? KISAH NYATA... Mohon jangn diabaikan dan jangan lupa untuk di BAGIKAN karena mungkin ini kan membantu orang banyak Insya ALLAH...



Kisah ini didapatkan dari Riyadh Saudi Arabia. Di sebuah desa Huraimla, ada seorang wanita yang sudah dinyatakan oleh Dokter terkena Kanker darah, kondisi fisiknya sudah tidak bisa lagi berbuat apa-apa. Untuk merawat dirinya dan memenuhi semua keperluannya, dia mendatangkan pembantu dari Indonesia. Pembantu ini adalah seorang wanita yang taat beragama.

Satu minggu setelah bekerja, Majikan merasa pekerjaannya dianggap bagus. Majikan wanita selalu memperhatikan apa yang dia kerjakan. Suatu waktu si Majikan memperhatikan kelakukan aneh si pembantu. Pembantunya ini sering sekali ke kamar mandi dan berdiam cukup lama.

Dengan tutur kata yang lemah lembut si Majikan bertanya. "Apa yang sebenarnya engkau lakukan di kamar mandi?" Pembantu itu tidak menjawab, tetapi justru menangis tersedu-sedu. Si majikan menjadi iba dan kemudian menghiburnya sambil menanyakan apa yang sebenarnya terjadi.

Akhirnya Pembantunya itupun bercerita bahwa dirinya baru 20 hari melahirkan anaknya. Karena desakan ekonomi itulah dia terpaksa berangkat bekerja sebagai TKW di Arab Saudi.

"Saya harus membuang air susu saya Bu, kalau tidak dibuang dada saya terasa sesak dan penuh karena tidak disusu oleh anak saya."

Air susu yang menumpuk dan tidak tersalurkan itulah yang membuatnya sakit sehingga harus diperas dan dibuang di kamar mandi.

"Subhanallah, Anda berjuang untuk anak dan keluarga Anda," kata majikan. Ternyata Majikannya tidak seburuk seperti yang diceritakan di koran-koran atau televisi. Seketika itu juga si majikan memberikan gajinya secara penuh selama 2 tahun sesuai dengan akad kontraknya dan memberikannya tiket pulang.

"Kamu pulanglah dulu, uang sudah saya berikan penuh untuk 2 tahun kontrakmu, kamu susui anakmu secara penuh selama 2 tahun dan jika kamu igin kembali bekerja kamu mengubungi telepon ini sekaligus saya akan mengirim uang untuk tiket keberangkatanmu."

"Subhanallah, apa Ibu tidak apa-apa saya tinggal?" Si majikan waktu itu hanya menggelengkan kepala bahwa apa yang kamu tinggal lebih berharga dari pada mengurus saya.

Setelah pembantu itu pulang, majikan mengalami perubahan luar bisa. Pikirannya menjadi terfokus pada kesembuhan dan hatinya menjadi sangat senang karena dapat membantu orang yang sedang kesulitan.

Hari-harinya tidak lagi memikirkan sakitnya lagi, yang ada hanyalah rasa bahagia. Sebulan kemudian dia baru kembali lagi ke rumah sakit untuk kontrol. Dokter yang menanganinya segera melakukan pemeriksaaan mendetail. Tapi apa yang terjadi?

Dokter yang menangani awal tidak melihat ada penyakit seperti diagnosa sebelumnya. Dia tidak melihat ada penyakit kanker darah yang diderita pasiennnya. Dokter itu terkagum-kagum, bagaimana mungkin bisa sedahsyat dan secepat itu penyakitnya bisa sembuh, apalagi kanker darah. Apa telah terjadi salah diagnosa?

Akhirnya Dokter itupun bertanya, apa sebenanrnya yang telah dilakukan oleh pasien.

Wanita itupun menjawab, "Saya tidak melakukan apa-apa dengan sakit saya, mungkin sedekah yang telah saya lakukan ke pembantu saya telah membantuku sembuh, nyatanya setelah saya menolong hati saya menjadi lebih bergairah untuk sembuh dan hidup, saya mempunyai pembantu yang sedang menyusui anaknya tapi susu itu tidak dapat disalurkan dan harus dibuang di kamar mandi."

Saya menangis apabila mengingat akan keadaannya, akhirnya pembantu itu saya suruh pulang agar bisa menyalurkan air sususnya dan dia sehat dan anaknya juga bisa sehat. Mungkin dengan itu akhirnya sakit saya sembuh Dokter.

Dokter itupun akhirnya tersadar, bahwa diagnosa dan sakit apapun bisa sembuh karena Allah SWT memang menghendakinya, "Obatilah orang yang sakit dengan sedekah." 

Hadits tentang sedekah :

Bersodaqoh pahalanya sepuluh, memberi hutang (tanpa bunga) pahalanya delapan belas, menghubungkan diri dengan kawan-kawan pahalanya dua puluh dan silaturrahmi (dengan keluarga) pahalanya dua puluh empat. (HR. Al Hakim)

Yang dapat menolak takdir ialah doa dan yang dapat memperpanjang umur yakni kebajikan (amal bakti). (HR. Ath-Thahawi)

Apabila anak Adam wafat putuslah amalnya kecuali tiga hal yaitu sodaqoh jariyah, pengajaran dan penyebaran ilmu yang dimanfaatkannya untuk orang lain, dan anak (baik laki-laki maupun perempuan) yang mendoakannya. (HR. Muslim)

Allah Tabaraka wata’ala berfirman (di dalam hadits Qudsi): "Hai anak Adam, infaklah (nafkahkanlah hartamu), niscaya Aku memberikan nafkah kepadamu." (HR. Muslim)

Orang yang mengusahakan bantuan (pertolongan) bagi janda dan orang miskin ibarat berjihad di jalan Allah dan ibarat orang shalat malam. Ia tidak merasa lelah dan ia juga ibarat orang berpuasa yang tidak pernah berbuka. (HR. Bukhari)

Seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah Saw, "Sodaqoh yang bagaimana yang paling besar pahalanya?" Nabi Saw menjawab, "Saat kamu bersodaqoh hendaklah kamu sehat dan dalam kondisi pelit (mengekang) dan saat kamu takut melarat tetapi mengharap kaya. Jangan ditunda sehingga rohmu di tenggorokan baru kamu berkata untuk Fulan sekian dan untuk Fulan sekian." (HR. Bukhari)

Barangsiapa ingin doanya terkabul dan dibebaskan dari kesulitannya hendaklah dia mengatasi (menyelesaikan) kesulitan orang lain. (HR. Ahmad)

Jauhkan dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan (sodaqoh) sebutir kurma. (Mutafaq’alaih)

Turunkanlah (datangkanlah) rezekimu (dari Allah) dengan mengeluarkan sodaqoh. (HR. Al-Baihaqi)

/menjemput rezeki

Bentengilah hartamu dengan zakat, obati orang-orang sakit (dari kalanganmu) dengan bersodaqoh dan persiapkan doa untuk menghadapi datangnya bencana.(HR. Ath-Thabrani) 

/penolak bala/menyembuhkan penyakit

Tiada seorang bersodaqoh dengan baik kecuali Allah memelihara kelangsungan warisannya. (HR. Ahmad)

Naungan bagi seorang mukmin pada hari kiamat adalah sodaqohnya. (HR. Ahmad)

Tiap muslim wajib bersodaqoh. Para sahabat bertanya, "Bagaimana kalau dia tidak memiliki sesuatu?" Nabi Saw menjawab, "Bekerja dengan ketrampilan tangannya untuk kemanfaatan bagi dirinya lalu bersodaqoh." Mereka bertanya lagi. Bagaimana kalau dia tidak mampu?" Nabi menjawab: "Menolong orang yang membutuhkan yang sedang teraniaya" Mereka bertanya: "Bagaimana kalau dia tidak melakukannya?" Nabi menjawab: "Menyuruh berbuat ma’ruf." Mereka bertanya: "Bagaimana kalau dia tidak melakukannya?" Nabi Saw menjawab, "Mencegah diri dari berbuat kejahatan itulah sodaqoh." (HR. Bukhari dan Muslim)

Apa yang kamu nafkahkan dengan tujuan keridhoan Allah akan diberi pahala walaupun hanya sesuap makanan ke mulut isterimu. (HR. Bukhari)

Sodaqoh paling afdhol ialah yang diberikan kepada keluarga dekat yang bersikap memusuhi. (HR. Ath-Thabrani dan Abu Dawud)

Satu dirham memacu dan mendahului seratus ribu dirham. Para sahabat bertanya, "Bagaimana itu?" Nabi Saw menjawab, "Seorang memiliki (hanya) dua dirham. Dia mengambil satu dirham dan bersodaqoh dengannya, dan seorang lagi memiliki harta-benda yang banyak, dia mengambil seratus ribu dirham untuk disodaqohkannya. (HR. An-Nasaa’i)

Orang yang membatalkan pemberian (atau meminta kembali) sodaqohnya seperti anjing yang makan kembali muntahannya. (HR. Bukhari)

Barangsiapa diberi Allah harta dan tidak menunaikan zakatnya kelak pada hari kiamat dia akan dibayang-bayangi dengan seekor ular bermata satu di tengah dan punya dua lidah yang melilitnya. Ular itu mencengkeram kedua rahangnya seraya berkata, "Aku hartamu, aku pusaka simpananmu." Kemudian nabi Saw membaca firman Allah surat Ali Imran ayat 180: "Dan janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karuniaNya menyangka bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat. Dan kepunyaan Allah lah segala warisan (yang ada) di langit dan di bumi." (HR. Bukhari)

Tiada suatu kaum menolak mengeluarkan zakat melainkan Allah menimpa mereka dengan paceklik (kemarau panjang dan kegagalan panen). (HR. Ath-Thabrani)

Semoga bermanfaat dan Dapat Diambil Hikmah-Nya ... silahkan share ke yang lain ya...
Powered by Blogger.

Blog Archive